ANALISIS DAMPAK OTONOMI DAERAH TERHADAP PERGESERAN, PELESTARIAN TUGAS DAN KEWENANGAN DESA PAKRAMAN JULAH (DESA BALI AGA/ASLI/MULA) KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI

Kamis, 5 Juli 2012 pukul 2:42 pm | Ditulis dalam Jurnal, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora | 1 Komentar
Tag: , ,

ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 2, Agustus 2010

Penulis:

Dewa Bagus Sanjaya (Jurusan PPKn FIS)
Dewa Nyoman Sudana (Jurusan PGSD FIP)
Undiksha

Abstrak:

Tujuan penelitian ini adalah (1) Menganalisis pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan Desa Pakraman Julah (Bali Aga/Asli/Mula) Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, (2) Menganalisis pola integrasi masyarakat, (3) Menganalisis dinamika konflik yang terjadi sehubungan dengan terjadinya pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan, (4) Menganalisis faktor-faktor apakah yang paling dominan berkontribusi terhadap konflik sehubungan dengan pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan, (5) Menganalisis usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi konflik sehubungan dengan pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan, (6) Menganalisis pandangan masyarakat terhadap adanya pergeseran, pelestarian tugas dan kewenangan Desa Pakraman. Penelitian ini menggunakan rancangan studi etnografi. Subjek penelitian dipilih secara purposive dan menggunakan teknik snowball. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dasarnya masyarakat desa pakraman Julah mempunyai pandangan positif terhadap pelestarian tugas dan kewenangan desa pakraman. Merespon positif terhadap pergeseran terhadap pengelolaan harta kekayaan desa yang semula dikelola oleh perseorangan menjadi oleh desa pakraman. Intergrasi masyarakat terbina dengan baik, yang tampak dari adanya toleransi, kerjasama, kohesivitas dan solidaritas antara warga yang beragama Hindu dan Islam. Sampai saat ini konflik adat yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik, dilakukan secara kekeluargaan dan berdasarkan kesepakatan warga (sesuai awig-awig desa). Masyarakat desa pakraman Julah menganut konsep “harmoni”, dimana setiap konflik ataupun pelanggaran terhadap aturan adat dianggap mengganggu keharmonisan. Faktor-aktor yang berkontribusi dominan terhadap konflik di desa adalah faktor dari dalam yaitu berbagai kepentingan dari warga, sedangkan faktor dari luar adalah adanya pengaruh dari luar sebagai akibat dari perubahan dan dinamika masyarakat. Usaha untuk mengatasi konflik dilakukan secara kekeluargaan melibatkan prajuru desa pakraman, dan sangat jarang konflik-konflik adat penyelesaiannya sampai kepada institusi yang dibentuk oleh negara.

Kata-kata kunci: pergeseran, pelestarian tugas, kewenangan Desa Pakraman

DOWNLOAD PDF

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. This is a method by which the computer locations files in a logical and sequential order on the hard drive, enabling the system to make use of much less time and power looking out round for pieces of the info that a person requests.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: