PEMBANGKANGAN SIPIL YANG BERUJUNG KASEPEKANG Analisis Dampak Pergeseran, Pelestarian Tugas dan Kewenangan Desa Pakraman pada Era Otonomi di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali

Kamis, 5 Juli 2012 pukul 12:38 pm | Ditulis dalam Jurnal, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

ISSN 1979-7095 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains & Humaniora
Volume 4, Nomor 1, April 2010

Penulis:

Dewa Bagus Sanjaya (Jurusan PPKn FIS)
Dewa Nyoman Sudana (Jurusan PGSD FIP)
Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) jenis-jenis pembangkangan sipil yang berujung kasepekang kepada warga sebagai dampak pergeseran dan pelestarian tugas dan kewenangan Desa Pakraman Anturan, dan Desa Pakraman Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, (2) dinamika konflik yang berujung pada kasepekang (3) integrasi masyarakat di era otonomi, (4) upaya-upaya yang dilakukan desa pakraman untuk mengatasi konflik desa pakraman. Penelitian ini menggunakan rancangan studi etnografi. Subjek penelitian ditentukan secara purposive dan menggunakan teknik snowball. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Jenis-jenis pembangkangan yang berujung kasepekang adalah ayahan, denda arta, rerampangan kanorayang, keambil karang ayahan desa, dan kasepekan. (2) Intensitas dan dinamika konflik sebagai dampak kasepekang terjadi di Desa Pakraman Anturan diberikan kepada tiga warga, yang perkaranya sampai pengadilan, putusan pengadilan kemenangan ada pada pihak desa pakraman. Di Desa Pakraman Kubutambahan kasepekang dijatuhkan kepada kepada warga dan perkaranya telah diputus oleh Pengadilan Negeri Singaraja, kemudian melalui banding di Pengadilan Tinggi Denpasar dan terakhir oleh Mahkamah Agung, kemenangan juga pada pihak Desa Pakraman Kubutambahan. Warga yang kasepekang telah kalah dari perkara masih diberikan kesempatan untuk masuk kembali menjadi warga desa, atas kesadaran sendiri. (3) Intergrasi masyarakat terbina dengan baik, yang tampak dari adanya toleransi, kerjasama, kohesivitas dan solidaritas antara warga yang beragama Hindu dan non-Hindu. (4) Upaya dama telah dilakukan oleh desa pakraman, namun tidak diindahkan warga.

Kata-kata kunci: pembangkangan sipil; kasepekang; pergeseran; Pelestarian; tugas desa pakraman

DOWNLOAD PDF

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: