PENGARUH USIA DAN STRATEGI BERBAHASA: SEBUAH STUDI PRAGMATIK TENTANG KESANTUNAN BERBAHASA PADA PARA PENUTUR BAHASA INDONESIA

Selasa, 10 Juli 2012 pukul 10:57 am | Ditulis dalam Jurnal, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan | 1 Komentar
Tag: ,

ISSN 1979-7109
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan
Volume 4, Nomor 3, Desember 2010

Penulis:

I.G.A. Lokita Purnamika Utami &
I Putu Ngurah Wage Myartawan (Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris)
PBS Undiksha

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh variabel usia ini dalam kaitannya dengan realisasi kesantuanan berbahasa. Data diambil melalui sebuah penelitian dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumennya, wawancara dan observasi langsung juga dilakukan. Kuesioner isian ini disebut dengan DCT (Discourse Completion test). 250 pasang kuesioner disebar (DCT A dan DCT B) di kota Singaraja pada kelompok usia antara 18-65 tahun. Penelitian ini menemukan antara lain, pertama, ada perbedaan realisasi kesantunan berbahasa yang sangat kentara diantara para responden dari berbagai generasi. Kedua, variabel usia dapat dinayatakan sebagai variabel sosial yang tidak hanya bersifat instrumental tapi lebih dari itu yaitu bersifat fungsional. Hal ini ditunjukkan oleh temuan penelitian ini dimana variabel usia memiliki bobot yang lebih tinggi dan mengontrol variabel sosial yang lainnya seperti jender, status sosial, jarak sosial dan lain-lain. Tidak adanya faktor usia pada rumusan Brown dan Levinson (1987) dapat dipahami karena pada budaya mereka (barat) faktor usia tidak memiliki perananan yang signifikan untuk menentukan tingkat kesantunan berbahasa seseorang. Pandangan budaya timur yang berbeda dengan budaya barat rupanya harus dipandang sebagai suatu hal yang penting untuk mengubah pandangan Brown dan Levinson diatas. Melalui penelitian ini, disarankan agar variabel usia mendapat perlakuan yang layak dan proporsional, ada baiknya ketika merumuskan tingkat kesantunan sebuah pertuturan variabel usia juga ada di dalamnya.

Kata-kata kunci: variabel usia, kesantunan berbahasa

DOWNLOAD PDF

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Another type of diet is chosen, the only way to lose weight in a healthy way!

    Experts say that you should not eat pasta on a regular basis,
    especially with rich sauces. Now let’s not forget the need for oodles of will power. All those tasks that our ancestors didn’t eat back in the future.
    I don’t want you dieting ketosis all to think,” here she goes again with another false start.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: